Warga Tonggara Sambut Baik Program Pencegahan Stunting

Nusantara82 Views

Tegal, JWNcom – Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya BKKBN Jawa Tengah, Agoes Poedjianto, SH, M.Kes mengatakan, kehadiran tim pendamping keluarga di tengah masyarakat dalam rangka menurunkan angka Stunting harus didukung oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikan Agoes pada acara sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana bersama mitra kerja tahun 2023, Minggu (12/11/2023), di Lapangan Desa Tonggara, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Saat ini, kata Agoes, mereka juga tengah berupaya mencari donatur untuk memberikan makanan bergizi bagi yang beresiko Stunting yaitu remaja, ibu hamil, dan anak-anak balita.

“Penyebab Stunting selain faktor gizi juga faktor lingkungan dan pola asuh. Oleh karena itu, mereka yang beresiko Stunting itu harus kita perhatikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Program KB yang digulirkan pemerintah juga dapat membantu mencegah Stunting. “Sekarang ada namanya program KB pasca persalinan yaitu penggunaan alat kontrasepsi,” ujarnya.

Kepada kader tim penggerak PKK, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Tegal, Ir. Khofifah, MM menjelaskan bahwa Kabupaten Tegal menjadi salah satu kabupaten yang menjadi juara nasional KB Pria yang jumlahnya mencapai 680 persen. Ia menghimbau kepada kader PKK untuk terus menyuarakan program ini agar menjadi generasi Indonesia emas 2045.

“Untuk menjadi generasi emas, saya minta para kader PKK terus menyuarakan program ini kepada masyarakat,” imbuhnya.

Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Hukum, Organisasi, dan Tatalkasana BKKBN, Ulil Abshar, S.IP menuturkan bahwa BKKBN dalam Program KB ini tidak hanya bicara untuk dua anak saja, tetapi juga penyiapan anak yang bebas dari Stunting agar menjadi generasi emas.

“Soal Stunting ini perlu ada kewaspadaan sejak awal. Kewaspadaan ini bisa dilaksanakan melalui screening. Kewaspadaan ini, harus diikuti dengan upaya pemenuhan gizi untuk mencegah Stunting,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Dewi Aryani, M.Si merespon positif aspirasi dari warga yang meminta dukungan terkait dengan pembentukan PKK di tiap RW dengan program pembinaannya.

“Mengenai program-program untuk desa ke depan dibutuhkan kolaborasi dan amanah dalam menjalankan tugas. Bagaimana desa itu maju tergantung dari masyarakatnya,” pungkasnya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *